Forum Lingkar Pena Ranting Sekaran

Home » Resensi » Buku » Seharusnya Cinta Seperti Secangkir Kopi

Seharusnya Cinta Seperti Secangkir Kopi

novel1Jika kita mau menilik novel-novel lama, maka akan sangat terlihat perbedaannya antara novel-novel lama dengan novel-novel zaman sekarang. Novel-novel lama yang sekarang masih beredar di pasaran merupakan karya dari para penulis yang terkenal (kebanyakan). Tapi jika mengamati novel-novel zaman sekarang, banyak dijumpai novel-novel dari penulis yang tidak terlalu terkenal atau bahkan belum terkenal. Wajar saja jika banyak koreksi di mana-mana.

Kali ini saya sedang ingin menyoroti novel angkatan 2000’an, novel ini terbit tahun 2011. Sekadar berbagi saja sih, semoga saja bisa menambah wawasan.

Judul Buku                   : Seharusnya Cinta Seperti Secangkir Kopi

Pengarang                    : Ricola Paserror

Penerbit                        : Gadah Mada Press

Cetakan                         : Cetakan 1, Juli 2011

Tebal Buku                   : 1,1 cm

Jumlah Halaman       : 236 halaman

Jenis Buku                   : Fiksi

Susunan Penyajian

Novel yang berjudul Seharusnya Cinta seperti Secangkir Kopi ini dalam penyajiannya cukup baik. Keterbacaannya jelas dan jalan ceritanya runtut.

Gaya Bahasa

Pengarang menggunakan bahasa yang tidak baku supaya masyarakat umum, khususnya para remaja mudah mengerti isi dari novel ini. Selain itu banyak pula terdapat  dialog yang menggunakan bahasa Inggris.

Hal-Hal yang Menarik dari Novel

Novel ini kaya akan informasi mengenai Negara Singapura. Melalui bahasa yang sederhana novel ini mampu menjelaskan bagaimana keadaan di Negara Singapura. Bagaimana keadaan penduduknya, ekonominya, serta ketatanegaraannya yang teratur. Selain itu novel ini juga mampu mengemas sindiran mengenai fakta perbandingan antara Negara singapura dan Indonesia secara jelas, dengan pembuktian yang nyata.

Kelemahan Novel

  1. Alur cenderung datar-datar saja, sehingga kurang menarik.
  2. Pada saat menceritakan konflik maupun klimaks agaknya kurang dapat membangkitkan emosi pembaca, sehingga dirasa agak membosankan.
  3. Banyak terdapat kata, kalimat, maupun paragraf yang rancu, sehingga menimbulkan kebingungan bagi pembaca.
  4. Pemakaian sudut pandang yang tidak konsisten, sehingga maksud dari pengarang kurang jelas dan membingungkan.
  5. Novel ini sebenarnya novel islami, tapi agaknya ada sesuatu yang kurang.

Kelebihan Novel

Novel ini cukup memberi gambaran kepada pembaca mengenai Negara Singapura dengan segala pesonanya.

Meski saya kurang begitu klik dengan novel ini, tapi tidak ada salahnya jika Anda ingin membaca. Syukur-syukur dianalisis, agar bisa membandingkan dengan novel-novel lain yang sekelas. Selamat membaca.


1 Comment

  1. alwi says:

    setuju… 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: